Bogor — Hujan deras yang mengguyur kawasan Babakan Madang memicu banjir dengan arus kuat hingga menyeret kendaraan. Sejumlah mobil tampak melaju tak terkendali di genangan, seolah menjadi speedboat, ketika air meluap menutup badan jalan dan menyerbu permukiman.
Peristiwa itu terjadi dalam hitungan menit. Air naik cepat, mengubah ruas jalan menjadi aliran deras. Warga bergegas menyelamatkan diri, sementara pengendara yang terlanjur melintas hanya bisa mengandalkan naluri dan bantuan sekitar.
Arus Deras, Jalan Lumpuh
Banjir melanda titik-titik rendah dan jalur yang berdekatan dengan aliran air. Arus yang kuat membuat kendaraan kehilangan traksi, roda terangkat, dan mobil terdorong mengikuti aliran. Aktivitas warga terhenti; sebagian rumah terendam, akses keluar-masuk kawasan tersendat.
Petugas setempat melakukan pemantauan dan mengimbau warga menjauhi area dengan arus paling kencang, terutama anak-anak dan lansia.
Keamanan Publik Jadi Prioritas
Dalam kondisi seperti ini, risiko korsleting listrik, kendaraan terseret, dan terpeleset meningkat. Warga diimbau mematikan aliran listrik sementara di rumah yang tergenang, tidak memaksakan berkendara, serta mengikuti arahan petugas. Pengendara diminta memilih jalur alternatif dan menunda perjalanan hingga air surut.
Human Interest: Detik-detik Menyelamatkan Diri
Di tengah kepanikan, solidaritas muncul. Warga saling berteriak memberi peringatan, menarik kendaraan ke sisi yang lebih aman, dan membantu mengevakuasi tetangga. Ada yang memindahkan motor ke tempat tinggi, ada pula yang mengangkat perabot agar tak terendam. “Airnya cepat sekali,” ujar seorang warga, masih terengah usai membantu pengendara keluar dari mobil.
Antisipasi dan Pencegahan
Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya perawatan drainase, normalisasi aliran air, dan kesiapsiagaan lingkungan menjelang musim hujan. Warga juga diimbau menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat dan memantau informasi cuaca resmi.
Penutup
Banjir di Babakan Madang yang membuat mobil “jadi speedboat” menegaskan betapa cepat situasi bisa berubah saat hujan ekstrem datang. Kewaspadaan, disiplin berlalu lintas, dan gotong royong menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.