MADRID – Pemerintah Spanyol menegaskan tetap menolak terlibat dalam operasi militer terhadap Iran, meskipun menghadapi tekanan politik dan ancaman ekonomi dari Amerika Serikat. Sikap ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez yang menegaskan bahwa negaranya memilih jalur diplomasi dibandingkan keterlibatan dalam konflik bersenjata.
Pemerintah Spanyol juga menolak penggunaan pangkalan militer di wilayahnya oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Madrid menegaskan bahwa fasilitas militer yang digunakan bersama dengan AS hanya boleh dipakai sesuai kesepakatan bilateral dan hukum internasional.
Tegaskan Sikap Anti-Perang
Dalam pernyataan publiknya, Sánchez menegaskan bahwa Spanyol tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu terkait keterlibatan dalam konflik internasional. Ia menilai perang terhadap Iran berpotensi memperburuk situasi global dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas.
Menurutnya, penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog dan diplomasi, bukan melalui eskalasi militer. Ia bahkan menyebut konflik tersebut sebagai situasi yang berbahaya bagi stabilitas dunia jika terus berlanjut.
Tolak Pangkalan Militer Dipakai Serangan
Salah satu keputusan penting yang diambil pemerintah Spanyol adalah tidak mengizinkan pangkalan militer bersama di Rota dan Morón digunakan untuk operasi militer terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menegaskan bahwa pangkalan tersebut tidak akan digunakan untuk tindakan yang berada di luar kesepakatan dengan AS atau yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Langkah ini membuat Spanyol menjadi salah satu negara Eropa yang secara terbuka menolak mendukung operasi militer tersebut.
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Penolakan Spanyol memicu ketegangan diplomatik dengan Washington. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol jika negara itu tidak memberikan dukungan terhadap operasi militer.
Meski demikian, pemerintah Spanyol tetap mempertahankan sikapnya. Para pejabat Madrid menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk kedaulatan negara dan komitmen terhadap prinsip hukum internasional.
Seruan De-eskalasi Konflik
Selain menolak keterlibatan militer, Spanyol juga menyerukan de-eskalasi segera di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Madrid menilai konflik yang melibatkan kekuatan besar berisiko memperluas perang dan menciptakan ketidakstabilan global.
Spanyol juga mengaktifkan langkah perlindungan bagi warga negaranya yang berada di wilayah Timur Tengah serta meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
Dengan sikap tersebut, Spanyol menempatkan dirinya sebagai salah satu negara Eropa yang paling vokal menentang keterlibatan militer dalam konflik Iran, sekaligus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.