Tulungagung — Warga Tulungagung dibuat heboh setelah beredar informasi mengenai telur dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah dasar yang ditemukan masih terdapat kotoran ayam. Peristiwa ini langsung menjadi perhatian orang tua murid dan pihak sekolah.
Kejadian tersebut memicu kekhawatiran terkait standar kebersihan dan keamanan pangan dalam program yang ditujukan untuk mendukung gizi anak sekolah.
Kronologi Penemuan Telur MBG
Informasi awal menyebutkan, telur dibagikan sebagai bagian dari menu MBG di salah satu SD di Tulungagung. Namun saat paket makanan diterima, terdapat telur yang tampak belum dibersihkan secara sempurna.
Beberapa orang tua kemudian menyampaikan keluhan. Mereka meminta penjelasan terkait proses distribusi dan pengawasan kualitas bahan makanan.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Respons Sekolah dan Penyedia Makanan
Sekolah menyatakan bahwa temuan tersebut langsung ditindaklanjuti. Pihak penyedia diminta memberikan klarifikasi serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, pengawasan terhadap kualitas bahan pangan disebut akan diperketat. Langkah ini penting karena program MBG menyasar anak-anak usia sekolah dasar yang membutuhkan makanan sehat dan higienis.
Pihak terkait juga melakukan evaluasi terhadap proses pencucian dan pengemasan telur sebelum didistribusikan.
Aspek Keamanan Pangan
Dalam standar keamanan pangan, bahan makanan yang didistribusikan ke konsumen, terutama anak-anak, wajib memenuhi prinsip higienitas. Telur yang masih terdapat kotoran ayam berpotensi membawa bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar.
Karena itu, proses sortasi dan pencucian menjadi tahap penting sebelum makanan sampai ke siswa. Pengawasan kualitas harus dilakukan sejak dari pemasok hingga ke sekolah.
Jika ditemukan kelalaian, pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai regulasi keamanan pangan.
Kekhawatiran Orang Tua
Sebagian orang tua mengaku khawatir dengan temuan tersebut. Mereka berharap kualitas makanan dalam program MBG benar-benar dijaga.
Bagi orang tua, keamanan pangan bukan sekadar soal rasa, tetapi menyangkut kesehatan anak. Karena itu, transparansi proses distribusi menjadi tuntutan yang wajar.
Namun demikian, pihak sekolah menegaskan tidak ada laporan siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian ini.
Evaluasi Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan asupan nutrisi siswa. Agar tujuan tersebut tercapai, kualitas bahan makanan harus menjadi prioritas utama.
Peristiwa telur MBG siswa SD Tulungagung yang ditemukan ada kotoran ayamnya menjadi pengingat pentingnya kontrol kualitas. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan.
Ke depan, sinergi antara sekolah, penyedia makanan, dan dinas terkait diperlukan agar program berjalan aman dan tepat sasaran.